5 Pemain Bola Paling Dermawan di Dunia
Di mata banyak orang, pesepak bola identik dengan kehidupan mewah. Gaji fantastis, mobil sport, rumah megah, hingga kontrak iklan bernilai jutaan dolar menjadi gambaran yang melekat pada profesi ini. Namun, di balik gemerlap itu, ada kisah-kisah yang jarang menjadi sorotan.
Bagi sejumlah pemain, kekayaan bukan sekadar simbol
kesuksesan, melainkan amanah yang harus memberi manfaat bagi orang lain. Ada
yang membangun rumah sakit di kampung halamannya, mendirikan sekolah, membantu
korban bencana, membiayai pengobatan anak-anak, hingga memperjuangkan akses
pendidikan bagi mereka yang kurang beruntung.
Mereka mengajarkan bahwa kemenangan terbesar bukan selalu
mengangkat trofi, melainkan ketika keberhasilan yang diraih mampu menghadirkan
harapan bagi sesama.
Berikut lima pemain bola paling dermawan di dunia yang
kisahnya layak menjadi inspirasi dihimpun dari berbagai sumber:
1. Sadio Mané: Membangun Desa yang Membesarkannya
Sebelum dikenal sebagai salah satu penyerang terbaik dunia,
Sadio Mané adalah anak desa dari Bambali, Senegal.
Masa kecilnya diwarnai keterbatasan. Ayahnya meninggal dunia
karena sulitnya mendapatkan layanan kesehatan. Pengalaman itu terus membekas
dalam ingatannya.
Ketika sukses di Eropa, Mané tidak melupakan tempat asalnya.
Ia membangun rumah sakit pertama di Bambali, sekolah menengah, stadion, kantor
pos, jaringan internet 4G, hingga membantu memenuhi kebutuhan hidup
keluarga-keluarga kurang mampu.
Ia juga memberikan hadiah kepada siswa berprestasi agar
semakin banyak anak desa berani bermimpi mengubah hidup melalui pendidikan.
Dedikasi tersebut membuat Mané menerima *Sócrates Award*,
penghargaan bergengsi yang diberikan kepada pesepak bola dengan kontribusi
kemanusiaan paling besar.
2. Mohamed Salah: Mengalirkan Kehidupan bagi Kampung Halaman
Bagi warga Nagrig, Mesir, Mohamed Salah bukan hanya bintang
Liverpool atau Timnas Mesir.
Ia adalah sosok yang menghadirkan perubahan nyata.
Melalui berbagai program sosial, Salah membantu membangun
instalasi air bersih, sekolah, pusat ambulans, hingga memperbaiki rumah sakit
yang melayani puluhan ribu warga.
Saat pandemi COVID-19 melanda, ia turut menyumbangkan tabung
oksigen dan berbagai fasilitas kesehatan bagi rumah sakit di daerahnya.
Di tingkat nasional, Salah juga membantu rumah sakit kanker
di Kairo serta mendukung pendidikan anak-anak pengungsi melalui kerja sama
dengan UNHCR.
Kebaikannya membuat banyak warga Mesir menyebutnya sebagai
pahlawan modern yang lahir dari desa kecil.
3. Cristiano Ronaldo: Berbagi Tanpa Mengenal Batas Negara
Cristiano Ronaldo mungkin dikenal sebagai mesin gol. Namun,
di luar lapangan, ia juga memiliki rekam jejak panjang dalam kegiatan
kemanusiaan.
Ia pernah membantu korban tsunami Aceh, menyumbang bagi
korban gempa Nepal dan Turki-Suriah, mendukung pembangunan ruang ICU di
Portugal, membiayai operasi anak-anak penderita penyakit langka, hingga rutin
mendonorkan darah.
Salah satu kisah yang paling dikenang masyarakat Indonesia
adalah kepeduliannya kepada Martunis, bocah penyintas tsunami Aceh yang
ditemukan mengenakan jersey Timnas Portugal.
Ronaldo tidak hanya mengundangnya bertemu, tetapi juga terus
memberikan perhatian kepada Martunis selama bertahun-tahun.
Baginya, ketenaran adalah kesempatan untuk menjangkau lebih
banyak orang yang membutuhkan.
4. Lionel Messi: Memberikan Kesempatan Kedua bagi Anak-Anak
Lionel Messi memahami arti sebuah kesempatan.
Saat kecil, ia didiagnosis mengalami gangguan hormon
pertumbuhan. Tanpa bantuan biaya pengobatan, mungkin dunia tidak akan pernah
mengenalnya sebagai salah satu pemain terbaik sepanjang masa.
Pengalaman itu membentuk arah filantropinya.
Melalui Fundación Leo Messi, ia mendukung pembangunan pusat kanker
anak, penelitian medis, program kesehatan, pendidikan, hingga berbagai kegiatan
UNICEF di berbagai negara.
Messi percaya setiap anak berhak memperoleh kesempatan untuk
hidup sehat dan mengejar impiannya.
5. Kylian Mbappé: Berbagi Sejak Usia Muda
Di usia yang masih muda, Kylian Mbappé telah menunjukkan
bahwa kepedulian tidak harus menunggu masa pensiun.
Sejak membela Tim Nasional Prancis, Mbappé secara konsisten
menyumbangkan seluruh bonus pertandingan dan honor yang diterimanya kepada
berbagai kegiatan sosial.
Ia juga mendirikan yayasan Inspired by KM (IBKM) yang
fokus mendampingi anak-anak dan remaja melalui pendidikan, seni, olahraga,
lingkungan, hingga pengembangan kepemimpinan.
Bagi Mbappé, masa depan dunia tidak hanya ditentukan oleh
siapa yang mencetak gol terbanyak, tetapi juga oleh siapa yang membantu
generasi berikutnya memiliki kesempatan untuk berkembang.
Berbagi Tidak Harus Menunggu Berlimpah
Kisah lima pesepak bola ini menunjukkan bahwa harta akan
memiliki nilai yang jauh lebih besar ketika menjadi jalan kebaikan.
Mereka memang memiliki kekayaan luar biasa. Namun, yang
membuat mereka dikenang bukan semata-mata jumlah uang yang dimiliki, melainkan
keberanian menggunakan rezeki itu untuk membantu orang lain.
Pesan itu sesungguhnya dekat dengan ajaran Islam. Zakat,
infak, dan sedekah bukan hanya tentang memberi, tetapi juga tentang
menghadirkan harapan. Rezeki yang kita keluarkan hari ini bisa menjadi makanan
bagi keluarga yang lapar, biaya pendidikan bagi seorang anak, modal usaha bagi
pencari nafkah, atau pengobatan bagi mereka yang sedang berjuang melawan
penyakit.
Kita mungkin tidak mampu membangun rumah sakit seperti Sadio
Mané atau mendirikan yayasan sebesar Lionel Messi. Namun, setiap kebaikan
selalu dimulai dari langkah kecil. Ketika banyak orang menyisihkan sebagian
rezekinya, kebaikan-kebaikan kecil itu akan berkumpul menjadi kekuatan besar
yang mengubah kehidupan.
Sebab pada akhirnya, bukan seberapa banyak harta yang kita
miliki yang akan dikenang, melainkan seberapa besar manfaat yang pernah kita
hadirkan bagi sesama. ***